Penyebab Kurang Darah pada Ibu Hamil Menjelang Persalinan

Penyebab kurang darah kerap dialami oleh ibu hamil menjelang persalinan. Kondisi ini membuat ibu hamil merasa lemas seperti halnya mengalami darah rendah. Meski memiliki gejala yang mirip, tetapi kurang darah dan tekanan darah rendah merupakan kondisi yang berbeda dan tidak berkaitan. Tekanan darah rendah merupakan kondisi dimana tekanan darah berada dibawah batas normal, yakni 120/80 mmHg. Gejala yang umum terjadi adalah kurang konsentrasi, pandangan kabur, demam, mual, kulit pucat, kelelahan, depresi, dan mendadak haus.

Sedangkan kurang darah atau anemia merupakan kondisi dimana seseorang kekurangan atau bahkan tidak memiliki sel-sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Untuk mengetahui seseorang menderita anemia atau tidak dapat diukur kadar hemoglobinnya menggunakan HB meter. Gejala awal penyakit anemia yang sering dialami adalah sesak napas, nyeri dada, gangguan kognitif, kaki terasa dingin, dan mengalami sakit kepala.

Sebagian besar penyebab kurang darah selain karena kelainan atau karena suatu penyakit, juga sering ditemukan pada ibu hamil. Untuk wanita yang tidak sedang hamil, kadar hemoglobin normal adalah 12-16 gr/dl. Sedangkan untuk ibu hamil, kadar hemoglobin normal tidak kurang dari 11 gr/dl pada trimester pertama, dan tidak kurang dari 10,5 gr/dl pada trimester akhir kehamilan.

Pada umumnya kehamilan dapat membuat kadar hemoglobin wanita menjadi rendah dibandingkan ketika sedang tidak hamil. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan jumlah plasma dan eritrosit pada ibu hamil. Peningkatan plasma sebanyak 3 kali pada jumlah eritrosit ini yang mengakibatkan penurunan perbandingan Hemoglobin-Hematokrit sehingga dapat meningkatkan risiko anemia fisiologis ketika hamil. Meski demikian, kondisi tersebut masih dikatakan normal dan bukan merupakan sebuah kelainan. Namun harus tetap ditangani dengan tepat.

Faktor Penyebab Kurang Darah saat Hamil

penyebab kurang darah ibu hamil

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kadar hemoglobin pada wanita hamil dapat menurun karena peningkatan plasma dan eritrosit yang disebabkan dari faktor kehamilan itu sendiri. Tetapi, jika kurang darah pada ibu hamil kurang dari batas minimal, biasanya gangguan produksi hemoglobin tersebut juga dapat dikarenakan karena ibu hamil kekurangan vitamin B12, asam folat, dan zat besi. Kondisi inilah yang paling sering terjadi karena ketika hamil tubuh membutuhkan nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi yang lebih besar untuk menunjang kehamilan dibanding ketika tidak hamil.

Pada kondisi tertentu, penyebab kurang darah pada ibu hamil dapat terjadi karena beberapa faktor, baik yang muncul saat hamil atau masalah yang sudah diderita sebelum hamil, diantaranya adalah sebagai berikut.

• Terjadi flek atau pendarahan, baik dalam jumlah sedikit atau banyak. Umumnya pada anemia defisiensi zat besi sering terjadi flek, atau juga dapat terjadi karena buang air besar berdarah akibat dari wasir atau sembelit ketika hamil.
• Sel darah merah pecah seperti yang terjadi pada kasus talasemia, defisiensi G6PD, dan sebagainya.
• Penggunaaan obat-obatan PTU untuk hipertiroid.
• Kegagalan sumsum tulang.
• Kanker darah atau leukimia.
• Infeksi parasit seperi malaria.

Dengan demikian untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab kurang darah pada ibu hamil diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jumlah eritrosit, jumlah retikulosit, elektroforesis hemoglobin, dan kadar besi serum.

Risiko Kurang Darah untuk Ibu Hamil dan Janin

Seseorang yang memiliki hemoglobin lebih rendah dari ukuran normal maka menandakan kadar oksigen dalam darahnya juga rendah. Hal ini yang kemudian berdampak pada gangguan kesehatan seperti anemia dan sesak nafas. Dampak lain dari hemoglobin rendah adalah semakin memburuknya masalah jantung yang dialami seseorang dimana hal ini ditandai dengan timbulnya rasa nyeri di bagian dada serta jantung berdebar-debar. Ini karena jantung bekerja lebih keras untuk mengatasi kekurangan oksigen di dalam darah.

Kondisi tersebut juga akan mempengaruhi pertumbuhan janin serta daya tahan tubuh karena sel-sel darah merah memiliki fungsi untuk membawa oksigen serta nutrisi lainnya ke plasenta. Anemia pada ibu hamil yang disebabkan karena defisiensi zat besi yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkatkan risiko seperti keluarnya flek darah bahkan mengalami keguguran pada trimester pertama, atau pada trimester selanjutnya dapat mengganggu perkembangan janin, lahir prematur, hingga Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR). Sedangkan untuk ibu hamil dapat mengalami pendarahan yang cukup besar pada saat persalinan dan mengalami depresi setelah melahirkan.

Sedangkan risiko anemia yang disebabkan karena defisiensi folat sebenarnya mirip dengan defisiensi zat besi, yakni dapat mengganggu perkembangan janin, melahirkan anak yang kurang pintar, dan risiko bayi mengalami cacat lahir. Begitu juga dengan anemia yang disebabkan karena vitamin B12, akan meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf.

baca juga : buah-buahan penambah darah terbaik untuk penderita anemia

Jadi apapun penyebab kurang darah pada ibu hamil, baik anemia ringan atau berat akan berdampak buruk terhadap ibu hamil dan janin selama masa kehamilan hingga proses persalinan.